Dari balik, terdengar jelas obrolan antara petugas kasir dengan konsumen. Pembeli awal memohon dompet digitalnya diisi dengan nominal Rp200. 000. Juga pembeli selanjutnya sampai terakhir melaksanakan transaksi seragam. Mengisi dompet digital. Dengan nominal yang berbeda- beda..

Datang giliran aku bertransaksi. Rasa penasaran mendesak aku buat bertanya kepada kasir.

” Buat apa orang- orang itu mengisi dompet digital tengah malam begini?” ucap aku ke petugas kasir.

” Apa lagi jika tidak buat judi online,” jawab petugas kasir.

Dengan fenomena tersebut, judi online sudah jadi kenyataan di warga luas. Menyesap sampai segala susunan komunitas. Perihal itu diakui oleh Agus. Seseorang buruh pabrik berani mempertaruhkan hasil keringatnya buat judi online.

Kegemarannya bermain judi sudah jadi candu. Mendorongnya buat terus berupaya mengadu nasib. Ia bergelut dengan judi online semenjak 2013. Segala game judi online sudah dicoba. Mulai dari judi bola, kartu, sampai slot.

Gimana hasilnya? Kadangkala menang, kadangkala kalah, begitu jawabnya. Baginya, tidak susah mengakses web judi online.

Ia menuturkan, web judi online gampang ditemui lewat mesin pencarian dengan kata kunci game judi.

Dari sana, hendak bermunculan web yang membagikan protokol internet dengan tujuan supaya susah dilacak oleh Departemen Komunikasi serta Informatika( Kemkominfo).

” Basic- nya memanglah aku bahagia berjudi, tetapi sebab judi offline banyak risikonya, tentu tau lah ya risikonya. Jadi cari alternatif yang tidak sangat berisiko. Makanya larinya ke judi online,” ungkap Agus.

Hasil jerih payahnya sepanjang satu bulan bekerja di pabrik dipertaruhkan kepada si bandar. Apalagi, duit pesangon yang diperoleh waktu terserang pemutusan hak kerja ludes dimakan bandar. Sementara itu duit pesangon itu didapatkan dikala wabah Covid- 19 menyerang.

Baginya, game judi yang sangat banyak menghabiskan uang merupakan judi slot.” Waktu bisa pessangon itu, Rp40 juta- Rp50 juta kurang lebih,” imbuhya.

Menyesal tidak hendak membuat uangnya itu balik. Tetapi, ia mengaku memperoleh pelajaran mahal dari sana.

” Aku kira tidak terdapat ya pemain judi online yang kaya dari sana, terlebih yang buat sistem IT, nyatanya bandar tidak ingin kalah,” tuturnya.

Cerita duit habis di perjudian online tidak cuma dialami oleh Agus. Harapan besar yang gagal juga dialami oleh Acoy, bukan nama sesungguhnya.

Acoy yang berpenghasilan pas- pasan berambisi buat menaklukan game judi online yang diatur bandar.

Berawal dari iming- iming kemenangan judi slot yang diperoleh sahabat di lingkungannya. Ia mulai berupaya mengadu nasib pada tahun kemudian. Berharap dapat untung, namun Acoy kesekian kali buntung. Menelan kekalahan.

” Duit pendapatan, dapat habis seluruh, kadangkala tuh jadi duit jika begitu malah tidak nampak habis buat apa buat apa, aku main semacam uang buat kebutuhan, sisa duit dari itu aku mainin, menang kecampur, main lagi, kalah, nanti menang lagi, begitu- begitu saja hingga abis,” cerita Acoy.

Awal mulanya, Acoy cuma melaksanakan deposit kecil- kecilan, Rp100. 000 hingga Rp200. 000 per hari. Dari sana, ia sesekali menang. Dampaknya ia terus menjadi tergiur buat terus bermain.

Tekad buat menang besar makin menggebu. Apalagi, dalam sekali main Acoy sempat deposit Rp4 juta.

” Setahun main itu kalo dihitung dapat hingga Rp30 juta bisa jadi lebih Rp40 juta, jika main judi online itu kadangkala kita menangnya berapa, modalnya berapa, sama saja kalah, kemenangan pula ke sana, Rp30 juta tidak dicampur kemenangan yang dimasukin lagi,” sebutnya.

Acoy tidak mengenali kalau dirinya tengah bertarung dengan sistem, bukan dewi fortuna. Puluhan web judi online sudah dijajalnya.

” Orang itu kadangkala bukan duit banyaknya, tetapi sensasi kala dapat bisa scatter, semacam dapat naklukin sistem, sementara itu yang sesungguhnya merupakan uangnya tentu ke makan bandar, menangnya sedikit tetapi kalahnya lebih banyak, itu telah past

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *