Dalam dunia berolahraga, judi umumnya dicoba oleh bandar yang membagikan bayaran kepada pemain ataupun pelatih supaya mengendalikan skor sehingga hasil berakhir cocok pesanan. Sepak bola juga jadi salah satu cabang berolahraga( cabor) yang menarik para penjudi buat menggelontorkan uangnya. Tetapi, bukan berarti cabor lain bersih dari game terlarang itu.

Basket salah satunya. Baru- baru ini, publik Tanah Air diguncang dengan permasalahan pengaturan skor ataupun match fixing yang dicoba 8 pemain serta satu ofisial regu Siliwangi Bandung. 9 nama itu juga telah dihukum seumur hidup oleh Indonesia Basketball League( IBL).

Kali ini, kumparan( kumparan. com) merangkum sebagian polemik yang terjalin dalam dunia basket internasional. Dari Amerika Serikat sampai Australia, dari pelatih sampai pemain, berikut catatan 5 polemik pengaturan skor dalam bola basket.

1) Amerika Serikat( 1978)

Jauh lebih dahulu, para penjudi sudah melirik basket selaku lahan mereka. Salah satu yang sangat fenomenal merupakan permasalahan Paul Mazzei bersama 4 orang lain tercantum mafia Amerika Serikat, Henry Hill serta Jimmy Burke, diucap kurangi skor bersama pemain Boston College. Kabar ini membuat Negara Paman Sam gempar sampai timbul film bertajuk” Playing for the Mob” dengan latar balik permasalahan ini.

2) Amerika Serikat( 2007)

Jadi induk basket Amerika Serikat, National Basketball Association( NBA) tidak lalu mempunyai imun soal kegiatan judi di organisasinya. Wasit dari NBA, Regu Donaghy, menggunakan letaknya buat menjual data sepanjang masa 2005- 2006 serta 2006- 2007. Wasit yang sudah bekerja sepanjang 13 masa itu mengubah data buat menemukan pundi- pundi dolar. Donaghy lalu dihukum 15 bulan serta memutuskan pensiun pada 2007.

3) Amerika Serikat( 2011)

Sebanyak 10 orang, 2 antara lain mantan pebasket, Brandon Johnson serta Brandon Dowdy, dan mantan pelatih regu basket Universitas San Diego, Thaddeus Brown, ikut serta pengaturan skor semenjak 2008. Pelakon menyuap pemain regu San Diego Toreros buat memuluskan taruhannya di pusat judi, Las Vegas. Permasalahan ini baru terkuak pada April 2011, dengan gejala permainan terakhir di Riverside turut diatur.

4) Korea Selatan( 2015)

Kepolisian Korea Selatan menginvestigasi 11 pebasket handal yang diprediksi melaksanakan match fixing dalam Korean Basketball League, semenjak 2009 sampai 2015, tercantum Kim Sun Hyung, andalan Seoul SK Knights serta Regu Nasional. Tidak cuma pemain, pelatih kawakan bernama Chun Chang Jin, diucap meminjam 300 juta won ataupun sekira Rp 3, 7 miliyar buat bertaruh dalam 5 laga yang dipimpinnya.

5) Amerika Serikat( 2016)

Pada Januari 2016, seseorang reporter ESPN, Brian Windhort, mengatakan bila Cleveland Cavaliers berkolaborasi dengan Portland Trail Blazers buat menjatuhkan pelatih utama Cavs, David Blatt. Dalam pertandingan pada 26 Desember 2015 itu, Cavaliers kalah dengan selisih 29 poin. The Blazers menang 105- 76, dengan LeBron James yang cuma melaksanakan 13 tembakan.

Sedangkan dalam permasalahan match fixing di Indonesia, IBL menghukum pelakon dengan denda Rp 100 juta serta dilarang berkarier dalam dunia basket seumur hidupnya. Semacam kata Rhoma Irama, judi memanglah menjanjikan kemenangan, tetapi itu dini dari kekalahan. Judi pula menjanjikan kekayaan, tetapi itu dini dari kemiskinan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *